Friday, September 21, 2018

Apakah Agama Para Nabi Sama ?

Agama Para Nabi


Bismillahirrahmanirrahim,

Ada 2 hal yang harus di bedakan,
1) Agama
2) Rincian Ajaran Agama
    Agama para nabi itu sama, yaitu islam. Sehingga pokok dan prinsip ajaran para nabi pun sama. Semua mengajarkan tauhid, iman kepada hari akhir, loyal kepada sesama mukmin, dan memusuhi orang kafir.

    Allah berfirman dalam Q.S Al-Anbiya : 25,

    وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

    Artinya : “Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.”

    Kemudian dalam Q.S Yunus : 72 allah berfirman tentang Nabi Nuh 'alaihis salam,

    وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

    Artinya : “Dan aku diperintahkan untuk menjadi muslim.”

    Allah berfirman tentang Ibrahim,

    إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

    “Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”. (QS. Al-Baqarah: 131).

    Allah berfirman tentang Ya’qub, ketika beliau berwasiat kepada putra-putranya,

    وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَابَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

    “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS. Al-Baqarah: 132).

    Allah berfirman tentang Musa 'alaihis salam ,

    يَا قَوْمِ إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

    “Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang muslim.” (QS. Yunus: 84)

    Sementara rincian agama, berbeda-beda antara satu nabi dengan nabi yang lain. Seperti , dalam syariatnya Nabi Musa ‘alaihis salam, lemak sapi dan kambing diharamkan. Dalam syariatnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dihalalkan.




    Nabi Isa Beragama Islam


    Seperti dalam firman Allah tentang Isa ‘alaihis salam, Pada Q.S Ali Imran:52,

    آمَنَّا بِاللهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

    “Saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim.”

    Kemudian dalam hadist riwayat Muslim pun di sebutkan,

    أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِى الأُولَى وَالآخِرَةِ . قَالُوا كَيْفَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ مِنْ عَلاَّتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ فَلَيْسَ بَيْنَنَا نَبِىٌّ

    “Aku adalah orang yang paling dekat dan paling mencintai Isa bin Maryam di dunia maupun di akhirat".

    ”Para sahabat bertanya, “Bagaimana bisa seperti itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Para nabi itu adalah saudara seayah walau ibu mereka berlainan, dan agama mereka adalah satu. Dan tidak ada di antara kita (antara Nabi Muhammad dan Nabi Isa) seorang nabi.”

    Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Makna hadits ini adalah pokok agama mereka "para nabi" adalah satu atau sama yaitu tauhid, meskipun cabang-cabang syari’at mereka berbeda-beda.” (Fathul Bari, 6: 489).

    Jadi dengan demikian, Agama Nabi Isa 'alaihis salam pun beragama Islam.



    Yang Menyebabkan Nabi Isa 'Alaihis Salam di Anggap Seorang Nashrani


    Ini merupakan kesesatan ajaran Nashrani, Kalau ajaran Nabi Isa 'alaihis salam itu sama yaitu islam berarti penyimpangan akidah yang terjadi saat ini pada Nashrani adalah ajaran yang di buat-buat sendiri dan tidak lagi ajaran Nabi Isa 'alaihis salam yang murni yang Allah turunkan . Akidah mereka yang dibuat - buat adalah akidah trinitas, dimana meyakini dalam diri Isa adalah putera, ruh kudus dan Tuhan. Jadi tida zat sekaligus dalam satu jiwa.




    agama para nabi



    Berdasarkan perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Ajaran trinitas pada Nashrani adalah ajaran yang tidak pernah diajarkan dalam kitab yang Allah turunkan, tidak disebutkan dalam kitab injil atau kitab lainnya.

    Bahkan yang ada adalah kontradiksi dengan ajaran tersebut. Juga jika dipandang, keyakinan trinitas tidak masuk akal. Bahkan sangat bertentangan dengan akal sehat. Begitu pula perkataan para Nabi bertentangan dengan hal itu, juga benar-benar bertentangan dengan syari’at agama mereka.

    Jadi ajaran tersebut adalah ajaran bid’ah yang dibuat oleh orang Nashrani, bahkan Nabi Isa ‘alaihis salam pun tidak mengatakannya.” (Al Jawabush Shohih liman Baddala Dinil Masih, 1: 28).

    Keyakinan Nashrani yang sesat tersebut nampak jelas pada firman Allah Ta’ala,

    لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. ” (QS. Al Maidah: 73).

    Nabi Isa pun membantah akidah trinitas sebagaimana disebut dalam ayat,

    وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

    “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” (QS. Al Maidah: 116)

    Agama Nashrani yang ada saat ini bukanlah agama yang murni dari Isa. Umatlah yang merubah ajaran murni tersebut.


    Klaim Liberal Tentang Agama Para Nabi


    Klaim orang liberal, bahwa Ibrahim adalah bapak dari 3 agama yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen. Jelas ini klaim yang tidak sesuai fakta.

    Yahudi mengklaim, Ibrahim beragama Yahudi . Nahsrani mengklaim, Ibrahim adalah nashrani. Mereka berdebat untuk mendapatkan pengakuan status agama Ibrahim . Lalu Allah bantah,


    يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ إِلَّا مِنْ بَعْدِهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ


    "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?" (QS. Ali Imran: 65).

    Bantahan Allah bahwa Ibrahim bukan yahudi ataupun nashrani melainkan seorang muslim


    أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ


    "Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 140).

    Allahu a'lam

    Semoga Allah memberi kita taufik untuk berada di dalam akidah yang benar.

    Sumber Catatan

    [1] Ustadz Ammi Nur Baits.

    [2] Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.

    Next

    Previous
    This Is The Oldest Page

    Related

    Mohon untuk berkomentar dengan baik dan bijak
    EmoticonEmoticon