Ada Apa di Balik Gempa Bumi ?
Peristiwa yang merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah
Agar manusia merenungi bersama nikmat Allah subhanhu wa Ta’ala.
Bumi ini milik Allah , Dia-lah yang menciptakan dan menjadikannya ada. Dia pula yang menciptakan manuasia di atasnya. Maka Dia pula-lah yang berhak bertindak sekehendak-nya.
Sebagai seorang Muslim harus bisa bersikap tenang dalam menghadapi musibah yang menimpanya atau saudaranya, yakni dengan lebih bertawakkal kepada-Nya.
Agar orang yang beriman sadar bahwa musibah-musibah ini terjadi tidak lain dan tidak bukan adalah akibat dosa-dosa.
Agar menyadarkan sesama muslim untuk berkewajiban untuk saling tolong menolong , mengulurkan tangan membantu semampu kita.
Gempa Bumi adalah Peristiwa Alam atau Peringatan dari Allah
Allah berfirman ,
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu." (QS. Fushilat : 53)
Allah juga berfirman ,
“Tidaklah kami mengirim tanda-tanda kekuasaan itu (berupa musibah dan sejenisnya), selain dalam rangka menakut-nakuti mereka.” (QS. Al-Isra’: 59)
Perlu diketahui juga , bahwasannya bencana alam gempa bumi ini tidak dapat di prediksi kejadiannya, menurut BMKG menegaskan bahwa gempa bumi , kapan terjadi dan dimana terjadinya tidak bisa di prediksi.
“Jadi untuk Gempa bumi itu tidak bisa di prediksi, bahkan negara maju seperti Amerika dan Jepang pun yang memiliki teknologi yang tinggi pun belum bisa memprediksi kapan dan dimana gempa terjadi “.
Inilah yang semakin menguatkan bahwa Bencana Gempa bumi adalah tanda – tanda kekuasaan Allah.
Apa yang Menyebabkan Terjadinya Musibah seperti Gempa Bumi Ini ?
Musibah datang dikarenakan perbuatan maksiat dan kesyirikan
Semua musibah yang terjadi pada alam ini , berupa Gempa bumi atau pun musibah lainnya yang menimbulkan bahaya bagi para manusia serta menimbulkan berbagai macam kerusakan dan penderitaan, itu di karenakan oleh perbuatan maksiat yang diperbuat.
Allah Berfirman ,
“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy-Syuura: 30)
Allah Juga berfirman ,
“Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An-Nisaa: 79)
Untuk lebih menguatkan hal ini lagi , kita simak ayat berikut ini
Allah berfirman dalam Quran Surat Ar-Rum ayat 41
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)
Allah menyebut maksiat manusia sebagai makar , dan adzab bisa jadi akan turun secara tiba-tiba dan tanpa di beri suatu tanda :
“Maka apakah orang-orang yang membuat makar dengan melakukan maksiat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari. Atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu).” (QS. An-Nahl: 45 – 46)
Baca Juga : Waspadai Bid'ah dalam Beribadah
Allah juga mengingatkan, bisa jadi balasan makar Allah untuk hamba-Nya yang membangkang, datang ketika mereka sedang tidur :
“Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?” (QS. Al-A’raf: 97)
Oleh karena itu bagi setiap muslimin yang mukallaf dan yang lainnya , agar bertaubat kepada Allah azza wa jalla, terus berbenah dan meningkatkan ketaqwaan , konsisten diatas agamanya, serta waspada terhadap semua yang dilarang, yaitu berupa perbuatan syirik dan maksiat. Sehingga mereka bisa selamat dari seluruh bahaya di dunia dan akhirat, serta Allah menolak semua adzab dari mereka, dan menganugerahkan kepada mereka segala jenis kebaikan.
Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS. Al-A’raf: 96)
Peringatan Allah Ta’ala Untuk Semuanya
Sebagaimana yang di tegaskan dalam hadist, dari Ummu salamah radhiallahu ‘anha, bahwa beliau mendengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Yang Artinya : “Apabila perbuatan maksiat dilakukan secara terang-terangan pada umatku, maka Allah akan menimpakan adzab-Nya secara merata.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah di antara mereka saat itu ada orang-orang saleh? Beliau bersabda, “Benar.” Ummu Salamah kembali bertanya, “Lalu apa yang akan diterima oleh orang ini? Beliau menjawab, “Mereka mendapatkan adzab sebagaimana yang dirasakan masyarakat, kemudian mereka menuju ampunan Allah dan ridha-Nya.” (HR. Ahmad 6:304).
Ibnul Qoyim menjelaskan,
Terkadang Allah memerintahkan bumi untuk bergetar, sehingga terjadi gempa bumi yang besar sehingga manusia akan merasakan ketakutan, bimbang, resah, dan kembali bertaubat, meninggalkan maksiat, kemudian tunduk dan menyesal kepada Allah. Sebagaimana yang ditegaskan sebagian sahabat, ketika terjadi gempa bumi, beliau mengatakan,
“Sesungguhnya Tuhan kalian menegur kalian.”
Di katakan Imam Ahmad, dari shafiyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata,
Yang Artinya : Pernah terjadi gempa di kota Madinah, di zaman Umar bin Khatab. Maka Umar berceramah, “Wahai manusia, apa yang kalian lakukan? Betapa cepatnya maksiat yang kalian lakukan. Jika terjadi gempa bumi lagi, kalian tidak akan menemuiku lagi di Madinah.”
Diceritakan oleh Ibn Abu Dunya dari Anas bin Malik, bahwa beliau bersama seorang lelaki lainnya pernah menemui Aisyah. Lelaki ini bertanya, “Wahai Ummul Mukminin, jelaskan kepada kami tentang fenomena gempa bumi!” Aisyah menjawab,
“Jika mereka sudah membiarkan zina, minum khamar, bermain musik, maka Allah yang ada di atas akan cemburu. Kemudian Allah perintahkan kepada bumi: ‘Berguncanglah, jika mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka’.”
Orang ini bertanya lagi, “Wahai Ummul Mukminin, apakah itu siksa untuk mereka?”
Beliau menjawab,
“Itu adalah peringatan dan rahmat bagi kaum mukminin, serta hukuman, adzab, dan murka untuk orang kafir.” (Al-Jawab Al-Kafi, Hal. 87–88).
Dari pernyataan Umar radhiallahu ‘anhu, beliau memahami bahwa sebab terjadinya gempa di Madinah adalah perbuatan maksiat yang dilakukan masyarakat Madinah. Pernyataan ini di sampaikan kepada sahabat dan mereka tidak mengingkarinya. Ini menunjukkan bahwa mereka sepakat dengan pemahaman Umar radhiallahu ‘anhu.
Gempa Bumi Adalah Tanda semakin Dekatnya Kiamat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Yang artinya : “ Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.” (HR.Bukhari)
Dalam riwayat lain disebutkan gempa terjadi dalam waktu yang cukup lama selama beberapa tahun
Dari sahabat salamah bin Nufail as-Sakuni radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
“Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam… (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum Kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.” (HR. Ibnu Majah, shahih)
Apabila kita mendengar kabar adanya orang yang terperosok ke dalam belahan bumi akibat gempa yang dahsyat, maka ini termasuk tanda dekatnya hari kiamat.
Baca Juga : Antara Dakwah dan Wanita
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
Yang artinya :“Menjelang tibanya hari Kiamat akan ada (orang-orang) yang dirubah bentuknya, ditenggelamkan ke dalam bumi, dan dilempari batu.” (HR. Ibnu Majah, shahih).
Secara umum tanda kiamat adalah terjadinya gempa bersama bencana dan masalah yang besar.
Maka hendaklah kita banyak berinstropeksi diri apabila terjadi banyak gempa di daerah kita. Bisa jadi ini merupakan peringatan dan tanda kepad kita agar kembali kepada Allah dan bertaubat.
Sebagaimana ucapan Ibnu Mas’ud ketika terjadi gempa,
“Wahai manusia, sesungguhnya Allah menginginkan kalian untuk kembali, maka kembalilah pada-Nya.” (Tafsir At-Thabari 17/478).
Gempa Bumi Bukan Hanya Fenomena Alam
Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa suatu musibah seperti gempa bumi ini tidak ada kaitannya dengan perbuatan maksiat manusia , mereka beranggapan bahwa gempa bumi ini murni fenomena alam bukan hukuman dari tuhan.
Pengetahuan kita tentang sebab gempa tidaklah menihilkan bahwa itu merupakan takdir Allah untuk hamba-Nya disebabkan dosa mereka. Sehingga maksiat inilah yang menjadi pemicu sebab. Sebagai mana firman Allah ,
“Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Isra: 16)
Amalan-Amalan dan Solusi ketika Terjadi Gempa Bumi
Ketika musibah datang , tsunami menghampiri manusia ketika para korban meninggal dunia , bangunan hancur pada saat itulah hendaknya kita semua lebih mendekatkan diri kepada Allah , mengingat akhirat, semangat beribadah, segera bertaubat, dan tidak tertipu dengan dunia yang fana
Berikut beberapa amalan dan atau solusi yang hendaknya dilakukan ketika gempa , tsunami atau musibah lainnya :
- Bertaubat kepada Allah
- Bahwasannya peristiwa ini membuahkan bertambahnya iman seorang mukmin, memperkuat hubungan dengan Allah.
- Memperbanyak Dzikir , Do'a dan istighfar kepada Allah
- Imam Syafi’i berkata, “Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah tasbih”. Imam as-Suyuthi berkomentar,”Hal ini karena dzikir dapat mengangkat bencana dan adzab, sebagaimana firman Allah,
Yang artinya : “ Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari bebangkit”. (QS. Ash-Shoffat : 143-144).
Allah juga berfirman,
Yang artinya : “ Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereke, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (QS. Al-Anfal : 33).
- Membantu Para Korban Bencana
- Bila kita sekarang dalam kenikmatan dan kesenangan, kita bisa makan, minum, dan memiliki rumah, maka ingatlah saudara-saudaramu yang terkena bencana. Saat ini mereka sedang kesusahan dan menghadapi kesulitan, Maka dengan uluran tangan kita untuk membantu mereka semampu kita. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Barang siapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat” (HR. Muslim no. 2699).
Terlebih lagi apabila orang kaya, Pengusaha, Pemerintah, hendaknya mereka mengeluarkan hartanya untuk membantu para korban.
- Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
- Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya bahwa faktor terjadinya gempa bumi adalah dosa umat manusia maka sebaiknya hal tersebut dihilangkan, salah satu caranya yaitu dengan menegakkan dakwah, saling menasehati, dan amar ma’ruf nahi munkar sehingga mengecillah kemungkara. Adapun bila kita enggan ber amar Ma’ruf Nahi Munkar dan hanya diam ketika terjadi kemungkaran maka tak ayal lagi bencana tersebut akan datang menimpa kita kembali.
- Sebagaimana firman Allah Ta’ala ,
Yang artinya : “ Telah dilaknai orang-orang kafir dari Bani israil dengan lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu”. (QS.Al-Maidah : 78-79).
Penutup
Hanya ini yang bisa saya tuangkan dalam tulisan sederhana ini , kami mohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan seluruh kaum muslimin dari segala dosa, mintalah ampunan kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuninya , Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sumber Artikel
[1] Ditranskrip dan di terjemahkan dari khutbah jum’at Syeikh . Prof Dr. Abdur Razzak bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr-Hafizhahullahu oleh : Ustadz Anas Burhanuddin dan Ustadz Abdullah Zaen.
[2] Di terjemahkan dari Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 9/148-152, Majmu’ Fatawa wa Maqolaat Mutanawwi’ah Li Samahah As Syaikh Ibnu Baz, Mawqi’ Al Ifta’ oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.
[3] Catatan Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi.
[4] Artikel Az-Zilzal: ‘Ibarun wa ‘idzah, karya Syaikh Muhammad bin Abdullah Al-Habban dan di terjemahkan oleh : Ustadz Ammi Nur Baits.





Mohon untuk berkomentar dengan baik dan bijak
EmoticonEmoticon