Video: Ustadz Abu Furaihan
Source Video : Instagram Mediasunnahaceh
Rezeki kita sudah di atur oleh Allah. Rezeki Allah datang tak terduga dari arah mana saja. Namun manusia tetaplah harus berusaha dalam mencari rezeki yang halal. Dan tidak perlu yang namanuya khawatir kita tidak mendapatkan rezeki. Bahkan Nabi menjelaskan tidak akan mati seorang hamba allah sebelum rezekinya di berikan seluruhnya.
Simak Perkataan dari Ibnu Qayyim,
"Fokuskanlah pikiran kalian kepada apa yang di perintahkan Allah kepadamu. Janganlah Kalian sibuk dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena Rezeki dan Ajal merupakan 2 hal yang sudah dijamin, Selama masih ada sisa ajal rezeki pasti masih datang. Jika Allah menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti dengan RahmatNya akan membuka kan pintu atau jalan rezeki yang lainnya".
Ini di ibaratkan sebagaimana seorang bayi yang di kandung di dalam perut seorang ibu. Ia mendapatkan rezeki dari pusar berupa darah, kemudian setelah lahir maka rezeki itu terputus lalu Allah gantikan dengan yang lebih baik yaitu ASI. Setelah masa ASI telah habis terputuslah jalan rezeki tersebut. Lalu Allah gantikan dengan membuka 4 jalan rezeki lain yang lebih sempurna yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan adalah hewan dan tumbuhan, dan dua minuman yaitu air dan susu. Dan ketika dia meninggal maka habislah 4 jalan rezeki tersebut dan Allah ta'ala gantikan dengan 8 jalan rezeki yaitu 8 pintu pintu surga dan dia boleh masuk dari mana saja dia kehendaki.
Inilah yang Allah berikan kepada orang - orang mukmin, Dia menghalanginya dari bagian rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, Untuk memberikan bagian yang mulia dan berharga (Al Fawaid, Hal. 94)
Allah juga berfirman dalam Quran surah Asy Syuraa ayat 27,
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
"Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (Keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat." (Q.S Asy Syuraa:27)
Dalam hal ini Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan,
"Allah memberikan rezeki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya." (Tafsir Al Quran Al 'Azhim, 6:553).
Maka dari itu kita sebagai orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, janganlah khawatir akan rezeki kita. Karena itu sudah dijamin
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
Pencarian Terkait :
Pencarian Terkait :
- rezeki
- rezeki allah
- rezeki dari allah
- rezeki adalah
- rezeki halal
- rezeki suami
- rezeki menurut islam
- rezeki anak

Mohon untuk berkomentar dengan baik dan bijak
EmoticonEmoticon