Sunday, April 28, 2019

Untuk Para Pelukis Atau Pembuat Rupaka Makhluk Bernyawa


Para Penggambar Makhluk Bernyawa

Maksudnya adalah, besarnya hukuman Allah Azza Wa Jalla dan adzab-Nya kepada para penggambar, pelukis atau pembuat rupaka makhluk bernyawa.

Dan Nabi kita Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan alasannya (mengapa mereka diancam dengan keras).karena mereka telah meniru ciptaan Allah.
Sebagaimana Hadist Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Beliau bersabda :

"Allah azza wa jalla berfirman : 'Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang (bermaksud) menciptakan (sesuatu) seperti ciptaan-Ku?! Maka cobalah mereka itu menciptakan seekor semut kecil, atau menciptakan sebutir biji-bijian, atau menciptakan sebutir biji gandum'. {Shahih HR. Bukhari no. 5953, 7559 dan Muslim no.2111}".

Penjelasan hadist diatas adalah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meriwayatkan dari Rabbnya Azza Wa Jalla bahwa Allah berfirman : 

"Siapakah yang lebih zhalim dari orang yang membuat rupaka seperti makhluk ciptaan Allah." Karena orang tersebut mencoba untuk menyerupai Allah dan perbuatan-Nya.

Lalu Allah Azza Wa Jalla menentangnya dan menjelaskan kelemahan orang seperti itu untuk menciptakan sesuatu yang paling kecil dari makhluk-Nya, yaitu dzarrah (semut kecil). 

Bahkan dia tidak mampu untuk menciptakan yang lebih kecil lagi dari itu yaitu benda mati yang kecil (biji gandum atau yang lainnya).

Meskipun demikian mereka tidak mempunyai kesanggupan atas semua itu, karena Allah lah Yang Maha Esa dalam penciptaan. {Al-Mulakhkhas hlm. 398}.

Faedah Hadist

Dalam hadist tersebut memiliki beberapa faedah diantaranya :
  • Diharamkannya membuat gambar atau patung makhluk yang bernyawa atau mempunyai roh dengan berbagai bentuk (gambar, patung, maupun pahatan atau relief), baik dibuat dengan tangan maupun dengan alat fotografi dan mesin, kecuali jika darurat (maka boleh).
  • Orang yang membuat rupaka merupakan orang zhalim yang paling zhalim.
  • Menyifati Allah dengan sifat berbicara.
  • Gambar / Patung menyerupai ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala dan merupakan upaya untuk menyekutukan Allah dalam penciptaan, yaitu syirik dalam Rububiyyah Allah.

Source: Catatan Buku Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas

Next

Related

Mohon untuk berkomentar dengan baik dan bijak
EmoticonEmoticon