Friday, November 23, 2018

Demonstrasi Itu Salah ?

Demonstrasi Dalam Islam


Akhir-akhir ini sangat banyak terjadi "Demonstrasi" dengan alasan membela agama, bisa dikatakan demonstrasi sangat lumrah dinegara kita.

Ada sebagian orang mengatakan bahwa demonstrasi merupakan amar makruf nahi munkar, Sehingga seolah-olah menjadi hal yang harus dilakukan.


Demonstrasi dalam islam



Namun dengan melihat dari kacamata syar'i apakah benar demonstrasi yang dinamakan sebagai metode amar ma'ruf nahi munkar merupakan metode atau manhaj Nabi yang mulia shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya ? Atau justru malah sesuatu perbuatan yang seharusnya dibenarkan ?



Nabi Dalam Ber-Amar Ma'ruf


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Agama adalah nasihat" Kami bertanya, "Untuk Siapa ?" Beliau menjawab, "Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin serta orang-orang awamnya."(HR.Muslim no.55)

Agama Islam mensyariatkan untuk menasihati, Namun tidaklah nasihat tersebut disampaikan kecuali dengan cara yang baik, tidak dengan membuka aib penguasa.

Sebagaimana sabda rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, 

"Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itu (yang diinginkan) dan kalau tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya. Dosa bagi dia dan pahala baginya (Orang yang menasihati)(Shahih, riwayat Ahmad, Al Haitsami dan Ibnu Abi Ashim).

Perlu kita renungkan, apakah dengan engkau menjelek-jelekkan serta umbar aibnya di depan umum seseorang bisa menerima saranmu dengan baik ? 

bagaimana jika kejengkelan hatinya telah mendahului nasihatmu ?



Menyebabkan Seorang Terjatuh ke Dalam Riba Paling Mengerikan


Demonstrasi bisa membuat orang terjatuh kedalam riba ?
paling mengerikan ?
bagaimana bisa ?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya riba yang paling mengerikan adalah mencemarkan kehormatan seorang muslim tanpa alasan". (Shahih riwayat Abu Dawud dan Ahmad).

Kehormatan seorang muslim adalah haram, sedangkan dalam demonstrasi ini tidak jarang akan engkau temukan berbagai macam pelecehan kehormatan seorang muslim dengan mencelanya.


Meniru Kaum Kafir


Demonstrasi adalah produk barat yang jelas-jelas menganut sistem kuffar. Maka tidak pantas bagi seorang muslim yang memasang label 'islami' karena memang Islam tidak mengajarkan cara seperti ini. Atau bahkan meyakininya sebagai metode dakwah islami.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 

"Barangsiapa meniru suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka."(HR. Abu Dawud).


Terjerumus dalam fitnah wanita dan Ikhtilath


Ya , Hampir di setiap gerakan massa diwarnai dengan hadirnya kaum wanita ke jalan-jalan. Hal ini jelas bertentangan dengan syariat islam, karena Allah melarang wanita untuk keluar dari rumahnya kecuali dengan alasan yang syar'i. 

Selain itu, hal ini akan menimbulkan ikhtilath (Bercampur baur) antara wanita dan pria tentunya dan itu bukan mahramnya serta secara terang-terangan.! 

Maka cukuplah dengan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mereka.

Dari 'Uqbah bin 'Amir, Rasulullah bersabda, "Tinggalkanlah olehmu bercampur baur dengan kaum wanita!" (HR. Bukhari).


Pendapat Ulama Bahwa Demonstrasi itu Terlarang


Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin, Syaikh al-Albani, Syaikh Sholih al-Fauzan, Syaikh bin Baaz, dan seluruh jajaran dewan fatwa tertinggi yang ada di Saudi Arabia adalah mengatakan bahwa demonstrasi itu terlarang bahkan mencela perbuatan ini. Dengan alasan penolakan diantaranya :
  • Demonstrasi merupakan perkara yang baru (bid'ah). Bila demonstrasi dikategorikan sebagai sarana dakwah, maka harus jelas hujjahnya, karena tidak terjadi pada masa Nabi ﷺ , juga pada masa khulafa' rasyidun.
  • Demonstrasi merupakan bentuk tasyabuh terhadap orang kafir, sebab demonstrasi adalah produk barat yang tidak sesuai dan tidak pernah ada pada masa awal islam (generasi salaf).
  • Demonstrasi merupakan sebuah bentuk keluar (pembelotan) atau ketidakpatuhan terhadap pemerintah yang sah, dan hal ini tidak boleh dilakukan kecuali bila telah nampak kekafiran yang diperbuat mereka secara terang-terangan. Tidak diragukan lagi aksi demo adalah sebagai pemicu dari kerusuhan yang terjadi dan berakibat pada kerusakan yang akan meluas.


    Demonstrasi Menjadi Solusi, Benarkah?


    Betapa banyak orang-orang yang berfatwa sesuai akal pikiran mereka, menyelisihi Nabi di zaman kita yang sekarang ini, suatu zaman yang segala urusan di dalamnya tercampur aduk serta samar-samar bagi orang yang ilmunya sedikit, sehingga mereka mengikuti hawa nafsu mayoritas manusia, baik dalam kebenaran ataupun kebathilan, dan kemudian takut mengungkapkan kebenaran.

    karena menyelisihi pendapat masyarakat umum dan mereka lebih memilih mayoritas manusia, yang akhirnya bermunculan slogan-slogan : demokrasi, liberal, hak-hak wanita, hak asasi manusia, persamaan gender dan yang lainnya.

    Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda untuk memperingkatkan kita,

    "Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti akan menjumpai perselisihan yang banyak , maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa ar rasyidin yang telah diberi petunjuk sepeninggalku".(HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, shahih)

    Dalam Al-quran Allah ta'ala melarang kita untuk menyelisihi ajaran Nabi-Nya sebagai mana firman berikut,


    فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ


    "Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih" (Q.S An-Nur/24 : 63).

    Dalam Hadist lain Nabi memperingatkan kita untuk menjauhi Ulama yang mengajak kepada kesesatan, sebagaimana sabda beliau,

    "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama) dari manusia sekaligus, akan tetapi Allah mencabut ilmu (agama) dengan cara mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang ulama-pun, sehingga manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh (dalam ilmu agama). Ketika para pemimpin yang bodoh tersebut ditanya, maka mereka akan berfatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.

    Slogan-slogan tersebut diterima oleh orang-orang yang hatinya menyimpang atau telah dididik oleh barat, kemudian di tulis di media masa, gaungnya begitu kuat, sehingga di sangka oleh masyarakat, bahwa itu semua merupakan suatu kebenaran. padahal itu semua merupakan kebatilan yang paling buruk.

    Di antara berbagai macam slogan-slogan tersebut, muncullah slogan demonstrasi, pencetusnya adalah orang-orang kafir, mereka orang-orang yang tidak menghiraukan dalil dan tidak menggunakan akal. dan akhirnya disebarkan melalui didikan barat kepada kaum-kaum muslimin.

    Ketika mengetahui bahwa api fitnah, bid'ah dan slogan yang menyesatkan muncul di saat jumlah para ulama sedikit, dan akan padam kobarannya ketika para ulama masih banyak.

    Sungguh allah telah menjaga negeri Mekkah dan Madinah dari berbagai fitnah dan kejahatan yang besar serta bid'ah, berkat anugrah Allah, kemudian karena adanya kumpulan para ulama rabbaniyyin yang tidak takut celaan manusia ketika membela agama Allah, setiap bid'ah muncul mereka segera menumpasnya, begitu pula setiap ahlul bid'ah terangkat, maka segera menundukkannya dengan ilmu syari'at, penjelasan ilahi, sunnah Nabi dan atsar para Salaf.


    Kesimpulan


    Dengan ini maka jelas sudah bahwasannya demonstrasi adalah bid'ah ditinjau dari berbagai sudut pandang. dan bid'ah sudah jelas haram. 
    • Demonstrasi digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri-negeri islam. Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya. Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid'ah dan perkara ang diada-adakan dalam agama. Padahal Nabi sudah memperingatkan kita akan bahaya bid'ah
    • Nabi shallallahu  'alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para sahabat sepeninggal beliau juga merasakan hal demikian, seperti peperangan dengan orang-orang murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau berabad-abad juga diuji. Akan tetapi mereka semua tidak melakukan demonstrasi. Jika saja demonstrasi itu baik, tentu mereka akan mendahului kita dalam melakukannya.
    • Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-khattab Radhiyallahu 'anhu, dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pemisah (alfaruq) Radhiyallahu 'anhu yang masuk islam terang-terangan dan berhijrah di siang bolong.
    • Di dalam Demonstrasi ada tasyabbuh dengan orang-orang kafir.
    • Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk menggugurkan kebatilan. Karena sudah terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi behenti ? Atau apakah kejahatan mereka semakin menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang yang lemah ?!
    • Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi adalah, bahwa demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena mereka keluar, berteriak-teriak dan keliling di jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.
    • Adanya kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita, demikian juga pada anak-anak kecil serta adanya ikhtilath.
    • Islam memiliki prinsip, bahwa sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari pada kebaikannya maka hukumnya haram.
    • Demonstrasi terkandung di dalamnya kemurkaan Allah dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi Allah. Jika mereka marah, maka Allah juga marah kepada mereka".
    • Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap penguasa.
    • Demonstrasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga munkin tuntutan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat, sehingga dalam perkara yang besar dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara.
    • Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja yang berdemo dengan mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah, sehingga akan didapati seorang berdemo dengan mengangkat Al-Quran, disampingnya salib, yang lainnya membawa bintang Dawud, dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan baig setiap orang menyimpang, kafir dan ahli bid'ah.
    • Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia dengan menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta benda.
    • Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan firmanNya,
      وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

      "Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah maha penyayang kepadamu". (An-Nisa/4 : 29)
    • Dikarenakan pasti akan terjadi bentrokan antara petugas keamanan dan pendemo, sehingga mereka akan disakiti dan dihina.


    Penutup



    Padahal Rasulullah tidak pernah mengajarkan apa itu demonstrasi, sebelum perang Badr Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beristighatsah kepada Allah.


    إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ


    "(Ingatlah, ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu,
    lalu diperkenankan-Nya bagimu : Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut" (Q.s Al-Anfaal/8:9).

    Demonstrasi Haram


    Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai selendang beliau terjatuh, Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyirikin.

    Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka digoncang, mereka disiksa didzalimi.

    Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan musibah.

    Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.

    Padahal, yang wajib bagi kita adalah menggunakan semangat yang membara untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo'a dan mempersiapkan diri menghadapai musuh bukan malah ikut demonstrasi.

    sebagaimana firman Allah ta'ala,


    وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ


    "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggup dan dari kuda-kuda yang di tambatkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan di balasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya(dirugikan)". (Q.s Al-Anfaal/8 : 60).

    Sesungguhnya Islam tidak akan menang dengan cara yang menyelisihi syariat, namun Islam akan menang dengan cara yang benar yang dibangun di atas aqidah yang benar, dan jalan yang telah ditunjukkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka sesungguhnya kebahagiaan dan keselamatan adalah dengan mengikuti Rasul, bukan dengan menyelisihi beliau.

    Bermohonlah kepada Allah agar menampakkan kepada kita yang benar itu benar, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. 

    Semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, kedua orang tua dan para ulama kita.

    Dan semoga Allah selalu memberikan taufiqNya kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik kepada negeri dan rakyatnya. serta semoga Allah menolong para penguasa muslim agar berhukum dengan Al-quran dan Sunnah Nabi-Nya. Amiinn.

    Sumber Artikel

    [1] Catatan Syaikh Su'aiyyid bin Hulaiyyil AL-Umar pada majalah Al-Ashohah edisi-38 halaman 76-80. Diterjemahkan Imam Wahyudi, LC

    [2] Dinukil dari catatan Ustad Muhammad Nur Ichwan Muslim


    Next

    Related

    Mohon untuk berkomentar dengan baik dan bijak
    EmoticonEmoticon